Pages

LAPORAN PRAK DBD KE-6

Minggu, 02 November 2014

Salam praktikum :) hehe
minggu ini kita mulai praktikum lagi seperti biasanya.
namun, tidak menggunakan SQL shel,
praktikum kali ini cukup dengan Ms.Excel..
mari kita bahas bersama :)

BAB 6
NORMALISASI

BAHASAN DAN SASARAN
        I.   BAHASAN
·          Normalisasi sebagai teknik analisis database
·          Langkah – langkah dalam Normalisasi
        II.  SASARAN
·          Mahasiswa memahami pengertian dan tujuan dari Normalisasi.
·          Mahasiswa memahami Langkah – langkah dalam Normalisasi.

A.     DASAR TEORI
a.      Pengertian
Normalisasi merupakan teknik analisis data yang mengorganisasikan atribut-atribut data dengan cara mengelompokkan sehingga terbentuk entitas yang non-redundant, stabil, dan fleksible
Normalisasi dilakukan sebagai uji coba pada suatu relasi secara berkelanjutan untuk menentukan apakah relasi itu sudah baik, yaitu dapat dilakukan proses insert,update,delete, dan modifikasi pada satu atau beberapa atribut tanpa mempengaruhi integritas data dalam relasi tersebut.
b.      Tahap-tahap dalam normalisasi
1.      BENTUK TIDAK NORMAL (UNNORMALIZED FORM)
Bentuk ini merupakan kumpulan data yang akan direkam, tidak ada keharusan mengikukti format tertentu, dapat saja data tidak lengkap atau terduplikasi. Data dikumpulkan apa adanya sesuai dengan saat menginput.
Untuk mentransformasikan tabel yang belum ternomalisasi di atas menjadi tabel yang memenuhi kriteria 1NF adalah kita harus merubah seluruh atribut yang multivalue menjadi atribut single value, dengan cara menghilangkan repeating group pada tabel.
2.      BENTUK NORMAL KE SATU (FIRST NORMAL FORM / 1 NF)
Pada tahap ini dilakukan penghilangan beberapa group elemen yang berulang agar menjadi satu harga tunggal yang berinteraksi di antara setiap baris pada suatu tabel, dan setiap atribut harus mempunyai nilai data yang atomic (bersifat atomic value). Atom adalah zat terkecil yang masih memiliki sifat induknya, bila terpecah lagi maka ia tidak memiliki sifat induknya.
Syarat normal ke satu (1-NF) antara lain:
1. setiap data dibentuk dalam flat file, data dibentuk dalam satu record demi satu record nilai dari field berupa “atomic value”.
2. tidak ada set atribute yang berulang atau bernilai ganda.
3. telah ditentukannya primary key untuk tabel / relasi tersebut.
4. tiapatribut hanya memiliki satu pengertian.
3.      BENTUK NORMAL KE DUA (SECOND NORMAL FORM / 2 NF)
Bentuk normal kedua didasari atas konsep full functional dependency (ketergantungan fungsional sepenuhnya) yang dapat didefinisikan sebagai berikut. Jika A adalah atribut-atribut dari suatu relasi, B dikatakan full functional dependency (memiliki ketergantungan fungsional terhadap A, tetapi tidak secara tepat memiliki ketergantungan fungsional dari subset (himpunan bagian) dari A.
Syarat normal kedua (2-NF) sebagai berikut.
1. Bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal kesatu.
2. Atribute bukan kunci (non-key) haruslah memiliki ketergantungan fungsional sepenuhnya (fully functional dependency) pada kunci utama / primary key.
4.      BENTUK NORMAL KE TIGA (THIRD NORMAL FORM / 3 NF)
Walaupun relasi 2-NF memiliki redudansi yang lebih sedikit dari pada relasi 1-NF, namun relasi tersebut masih mungkin mengalami kendala bila terjadi anomaly peremajaan (update) terhadap relasi tersebut.
Jika kita hanya mengupdate satu baris saja, sementara baris yang lainnya tidak, maka data didalam database tersebut akan inkonsisten / tidak teratur. Anomaly update ini disebabkan oleh suatu ketergantungan transitif (transitive dependency). Kita harus menghilangkan ketergantungan tersebut dengan melakukan normalisasi ketiga (3-NF).
Syarat normal ketiga (Third Normal Form / 3 NF) sebagai berikut.
1)      Bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal kedua.
2)      Atribute bukan kunci (non-key) harus tidak memiliki ketergantungan transitif, dengan kata lain suatu atribut bukan kunci (non_key) tidak boleh memiliki ketergantungan fungsional (functional dependency) terhadap atribut bukan kunci lainnya, seluruh atribut bukan kunci pada suatu relasi hanya memiliki ketergantungan fungsional terhadap priamry key di relasi itu saja.
Seluruh atribut non-primary key pada relasi Pelanggan dan Biaya di atas terlihat memiliki ketergantungan fungsional (functional dependency) terhadap primary key dari masing-masing tabel / relasi. Relasi / tabel Pelanggan dan Biaya di atas tidak memiliki ketergantungan transitif (transitive dependency), sehingga tabel tersebut telah memenuhi
kriteria normal ketiga (3-NF). Seluruh atribut non-primary key pada relasi Property_Pemilik di atas terlihat memiliki ketergantungan fungsional (functional dependency) terhadap primary key, kecuali Nama_Pemilik yang masih memiliki ketergantungan fungsional (functional dependency) terhadap No_Pemilik. Inilah contoh ketergantungan dari transitif (transitive dependency), yang terjadi ketika atribut non-primary key (Nama_Pemilik) bergantung secara fungsi terhadap satu atau lebih atribut non-primary key lainnya (No_Pemilik). Kita harus menghilangkan ketergantungan transitif (transitive dependency) tersebut dengan menjadikan relasi Property_Pemilik menjadi 2 relasi / tabel dengan format / bentuk sebagai berikut.



B.      HASIL PRAKTIKUM
Membuat normalisasi dari data berikut :
a. Sistem informasi rental buku "PUSTAKA ILMU"




b. Sistem Informasi Toko "serba_ada"






C.      KESIMPULAN
a.      Rangkuman
Normalisasi merupakan Sebuah upaya untuk memperoleh sebuah basis data dengan struktur yang baik (ruang penyimpanan yang efisien) dengan cara menerapkan sejumlah aturan (bentuk normal) pada setiap tabel yang menjadi anggota basis data tersebut.
Tujuannya agar data yang ada tidak redundan dan memiliki data integrity yang kuat sehingga ketika kita melakukan relasi antara tabel akan dengan mudah kita menjaga data integrity dan mendapatkan datanya.
Permasalahan dalam Normalisasi :
  1. Redundansi data (ruang penyimpanan)
  2. Anomalies (penyimpangan dalam proses modifikasi data)
    o Insert Anomalies
    o Update Anomalies
    o Delete Anomalies
b.      Kritik & saran
 laporan ini hanya membahas sedikit tentang normalisasi dan tahapan-tahapannya, pembaca silahkan mencari literatur lain agar mendapat informasi tentang normalisasi dengan lebih lengkap dan jelas.
c.       Manfaat pembaca
Pembaca dapat mengetahui apa yang dimaksud normalisasi dan tahapan-tahapan dalam normalisasi, agar bisa membuat suatu database yang efisien.
dengan mengetahui bentuk normalisasi, pembaca juga lebih mudah dalam merelasikan tabel.
D.     DAFTAR PUSTAKA
Kadir, Abdul. 2010. Mudah Mempelajari Database MySQL. Yogyakarta : Andi
Simarmata, Janner. 2007. Perancangan Basis Data. Yogyakarta : Andi
MODUL PRAKTIKUM DESAIN BASIS DATA 2014
https://apipfudin.wordpress.com/materi-kuliah-informatika/normalisasi-database/


1 komentar:

Abd Fauzan mengatakan...

bagus...

Posting Komentar