minggu ini kita mulai praktikum lagi seperti biasanya.
namun, tidak menggunakan SQL shel,
praktikum kali ini cukup dengan Ms.Excel..
mari kita bahas bersama :)
BAB 6
NORMALISASI
BAHASAN
DAN SASARAN
I. BAHASAN
·
Normalisasi
sebagai teknik analisis database
·
Langkah –
langkah dalam Normalisasi
II. SASARAN
·
Mahasiswa
memahami pengertian dan tujuan dari Normalisasi.
·
Mahasiswa
memahami Langkah – langkah dalam Normalisasi.
A. DASAR TEORI
a. Pengertian
Normalisasi
merupakan teknik analisis data yang mengorganisasikan atribut-atribut data
dengan cara mengelompokkan sehingga terbentuk entitas yang non-redundant,
stabil, dan fleksible
Normalisasi
dilakukan sebagai uji coba pada suatu relasi secara berkelanjutan untuk
menentukan apakah relasi itu sudah baik, yaitu dapat dilakukan proses
insert,update,delete, dan modifikasi pada satu atau beberapa atribut tanpa
mempengaruhi integritas data dalam relasi tersebut.
b. Tahap-tahap
dalam normalisasi
1. BENTUK TIDAK
NORMAL (UNNORMALIZED FORM)
Bentuk ini merupakan
kumpulan data yang akan direkam, tidak ada keharusan mengikukti format
tertentu, dapat saja data tidak lengkap atau terduplikasi.
Data dikumpulkan apa adanya sesuai dengan saat menginput.
Untuk mentransformasikan
tabel yang belum ternomalisasi di atas menjadi tabel yang memenuhi kriteria 1NF
adalah kita harus merubah seluruh atribut yang multivalue menjadi atribut
single value, dengan cara menghilangkan repeating group pada tabel.
2. BENTUK NORMAL
KE SATU (FIRST NORMAL FORM / 1 NF)
Pada tahap ini dilakukan
penghilangan beberapa group elemen yang berulang agar menjadi satu harga
tunggal yang berinteraksi di antara setiap baris pada suatu tabel, dan setiap
atribut harus mempunyai nilai data yang atomic (bersifat atomic value). Atom
adalah zat terkecil yang masih memiliki sifat induknya, bila terpecah lagi maka
ia tidak memiliki sifat induknya.
Syarat
normal ke satu (1-NF) antara lain:
1. setiap
data dibentuk dalam flat file, data dibentuk dalam satu record demi satu
record nilai dari field berupa “atomic value”.
2. tidak ada
set atribute yang berulang atau bernilai ganda.
3. telah
ditentukannya primary key untuk tabel / relasi tersebut.
4.
tiapatribut hanya memiliki satu pengertian.
3.
BENTUK NORMAL KE DUA (SECOND NORMAL FORM / 2
NF)
Bentuk
normal kedua didasari atas konsep full functional dependency (ketergantungan
fungsional sepenuhnya) yang dapat didefinisikan sebagai berikut. Jika A
adalah atribut-atribut dari suatu relasi, B dikatakan full functional
dependency (memiliki ketergantungan fungsional terhadap A, tetapi tidak secara
tepat memiliki ketergantungan fungsional dari subset (himpunan bagian) dari A.
Syarat
normal kedua (2-NF) sebagai berikut.
1. Bentuk
data telah memenuhi kriteria bentuk normal kesatu.
2. Atribute
bukan kunci (non-key) haruslah memiliki ketergantungan
fungsional sepenuhnya (fully functional dependency) pada kunci utama /
primary key.
4. BENTUK NORMAL
KE TIGA (THIRD NORMAL FORM / 3 NF)
Walaupun relasi 2-NF
memiliki redudansi yang lebih sedikit dari pada relasi 1-NF, namun relasi
tersebut masih mungkin mengalami kendala bila terjadi anomaly peremajaan
(update) terhadap relasi tersebut.
Jika kita hanya mengupdate satu baris
saja, sementara baris yang lainnya tidak, maka data didalam database tersebut
akan inkonsisten / tidak teratur. Anomaly update ini disebabkan oleh suatu
ketergantungan transitif (transitive dependency). Kita harus menghilangkan
ketergantungan tersebut dengan melakukan normalisasi ketiga (3-NF).
Syarat
normal ketiga (Third Normal Form / 3 NF) sebagai berikut.
1)
Bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal kedua.
2)
Atribute bukan kunci (non-key) harus tidak memiliki ketergantungan
transitif, dengan kata lain suatu atribut bukan kunci (non_key) tidak boleh
memiliki ketergantungan fungsional (functional dependency) terhadap atribut
bukan kunci lainnya, seluruh atribut bukan kunci pada suatu relasi hanya
memiliki ketergantungan fungsional terhadap priamry key di relasi itu saja.
Seluruh
atribut non-primary key pada relasi Pelanggan dan Biaya di atas
terlihat memiliki ketergantungan fungsional (functional dependency)
terhadap primary key dari masing-masing tabel / relasi. Relasi / tabel
Pelanggan dan Biaya di atas tidak memiliki ketergantungan transitif
(transitive dependency), sehingga tabel tersebut telah memenuhi
kriteria
normal ketiga (3-NF). Seluruh atribut non-primary key pada relasi
Property_Pemilik di atas terlihat memiliki ketergantungan fungsional
(functional dependency) terhadap primary key, kecuali Nama_Pemilik yang
masih memiliki ketergantungan fungsional (functional dependency) terhadap
No_Pemilik. Inilah contoh ketergantungan dari transitif (transitive dependency),
yang terjadi ketika atribut non-primary key (Nama_Pemilik)
bergantung secara fungsi terhadap satu atau lebih atribut non-primary key
lainnya (No_Pemilik). Kita harus menghilangkan ketergantungan transitif
(transitive dependency) tersebut dengan menjadikan relasi Property_Pemilik
menjadi 2 relasi / tabel dengan format / bentuk sebagai berikut.
B. HASIL
PRAKTIKUM
Membuat normalisasi dari data berikut :
a. Sistem informasi rental buku "PUSTAKA ILMU"
b. Sistem Informasi Toko "serba_ada"
C. KESIMPULAN
a. Rangkuman
Normalisasi merupakan Sebuah upaya untuk memperoleh sebuah basis data dengan struktur yang baik (ruang penyimpanan yang efisien) dengan cara menerapkan sejumlah aturan (bentuk normal) pada setiap tabel yang menjadi anggota basis data tersebut.
Tujuannya agar data yang ada tidak redundan dan memiliki data integrity yang kuat sehingga ketika kita melakukan relasi antara tabel akan dengan mudah kita menjaga data integrity dan mendapatkan datanya.
Permasalahan dalam Normalisasi :
- Redundansi data (ruang penyimpanan)
- Anomalies (penyimpangan dalam proses modifikasi data)
o Insert Anomalies
o Update Anomalies
o Delete Anomalies
b. Kritik &
saran
laporan ini hanya membahas sedikit tentang normalisasi dan tahapan-tahapannya, pembaca silahkan mencari literatur lain agar mendapat informasi tentang normalisasi dengan lebih lengkap dan jelas.
c. Manfaat pembaca
Pembaca dapat mengetahui apa yang dimaksud normalisasi dan tahapan-tahapan dalam normalisasi, agar bisa membuat suatu database yang efisien.
dengan mengetahui bentuk normalisasi, pembaca juga lebih mudah dalam merelasikan tabel.
D. DAFTAR
PUSTAKA
Kadir, Abdul. 2010. Mudah Mempelajari Database
MySQL. Yogyakarta : Andi
Simarmata, Janner. 2007. Perancangan Basis Data.
Yogyakarta : Andi
MODUL PRAKTIKUM DESAIN BASIS DATA 2014
https://apipfudin.wordpress.com/materi-kuliah-informatika/normalisasi-database/
https://apipfudin.wordpress.com/materi-kuliah-informatika/normalisasi-database/










1 komentar:
bagus...
Posting Komentar